Sudah seminggu tinggal di Yogya lagi. Seneng sekali karena kembali dikelilingi ibu dan saudara-saudara. Kepanasan sampai sakit, mungkin karena dehidrasi atau mungkin karena berhari-hari tidur kepanasan. Terkaget-kaget dengan sepeda motor yang semakin memenuhi jalanan dibandingkan tiga tahun lalu (apalagi setelah lebih dari tiga tahun dikelilingi sepeda onthel di Leiden), harga barang-barang yang tidak jauh beda dengan di Belanda, dan tentu saja iklan pemutih kulit di televisi yang tiada hentinya (yang tidak pernah saya lihat di televisi Belanda).
Begitu tiba langsung menyantap bakso pedas, pecel madiun yang juga pedas, mihun goreng sorwaru, dengan cabe dan acar, di Bantul, gudeg dengan kreceknya yang pedes, dan jajanan pasar. Hasilnya: gantian perut yang terkaget-kaget, hehe..... Tapi saya tidak menyerah dan sedang berencana makan empek-empek di belakang Ramai yang enak dengan kuah super pedas.
Tapi saya senang sekali, Yogya memang asyik.... :).
"Ijinkan aku untuk selalu kembali ke kota(ku)".....
Tuesday, April 24, 2007
Monday, April 02, 2007
Komplein? Bayar!
Karena sudah mau pulang, ada begitu banyak urusan administrasi yang berhubungan dengan urusan rumah, kantor, bank, dsb, dsb. Sebetulnya sejak pindah ke rumah baru sebulan lalu saya sudah menyelesaikan banyak urusan administrasi dengan perusahaan air, listrik, dan telekomunikasi. Jika dari dua perusahaan yang pertama saya sebut di atas saya tidak lagi dapat tagihan, dari perusahaan telekomunikasi mereka masih "keenakan" ngambil duit secara otomatis dari rekening saya. Waktu melihat bulan ini saya masih ditagih, saya jadi sebel sekali.
Ini bukan pertama kali saya ada masalah dengan Casema, perusahaan telekomunikasi yang menyediakan pelayanan televisi kabel, telepon dan Internet di rumah lama saya. Dan rupanya saya telat tahu tentang buruknya pelayanan mereka karena ketika saya sempat ngeluh dengan beberapa teman, mereka malahan menertawakan saya.
Waktu pertama kali mendaftar jadi pelanggan saya hanya mengambil pelayanan televisi dan radio saja. Sebenarnya 'keanehan' sudah muncul dari awal. Bulan pertama mereka langsung menagih saya padahal televisi di rumah saja sama sekali belum tersambung. Saya terpaksa membuat komplein. Baru mereka menyadari, lalu saya disuruh menunggu pemasangan. Bulan berikutnya saya tidak harus membayar iuran.
Lalu setahun berikutnya saya pindah alamat. Saya sudah bikin laporan tertulis dan petugas mereka juga sudah menelepon saya untuk memastikan kepindahan alamat ini. Tapi beberapa bulan kemudian, ketika saya mencoba menambah langganan service dengan Internet dan digital telefon, ternyata mereka (bagian administrasi) mengirim petugas intalasi ke rumah lama saya. Inipun setelah melalui prosedur yang berbelit: beberapa kali saya mengirim formulir pendaftaran dan beberapa kali pula mereka membuat janji pemasangan dan mengingkarinya. Waktu itu saya sampai harus meminta bantuan seorang teman lokal supaya bisa komplein dalam bahasa lokal pula :).
Lalu tiba-tiba suatu hari semua service di rumah mati: tidak ada televisi, telefon mati, Internet putus. Saya tunggu dua hari masih sama saja. Lalu terpaksa saya telepon. Dengan berat hati karena saya terpaksa harus menelepon jalur costumer service mereka yang sama sekali tidak ramah pelanggan karena ratenya mahal sekali, apalagi jika lewat HP. Akhirnya saya bisa tersambung dengan bagian customer service dan mendapatkan informasi bahwa bagian administrasi menerima 'wrong message' untuk memutuskan sambungan saya dan terlanjur sudah mengirim pesan ini kepada instalator sebelum akhirnya menyadari bahwa ini adalah kesalahan.
Lho, lha ngerti salah kok ya tetap saja tidak berinisiatif langsung diperbaiki sendiri tapi mesti menunggu pelanggan komplein dulu. Saya harus mengeluarkan 12euro (untuk pembicaraan sekitar 15 menit) untuk menyelesaikan masalah ini (dengan uang yang sama saya bisa menelepon ibu saya di Yogya lewat yahoo messenger selama tiga jam!).
Lalu yang terakhir ini adalah ketika saya mau menutup semua langganan saya karena mau pindah alamat. Pertama saya menulis surat pemberitahuan. Tidak ada respon. Lalu, sebulan berikutnya, atau dua minggu sebelum saya pindah, saya terpaksa menelepon untuk menanyakan prosedur ini. Dari petugas administrasi saya mendapatkan jawaban bahwa semua sudah dicatat, kapan saya akan berhenti dan bahwa hak otomatis inkasonya juga dicabut.
Ternyata sebulan berikutnya, setelah selama sebulan saya pindah rumah dan tidak mendapatkan service mereka lagi, uang saya masih ditariknya. Saya jengkel sekali karena tidak ada pilihan lain kecuali harus menelepon mereka dan harus memakai HP lagi karena di rumah baru tidak ada telepon. Saya menelepon dan petugas administrasi mengatakan ada kesalahan pada pihak mereka. Mereka berjanji akan mengembalikan kredit yang sudah ditarik dari rekening saya. Tapi saya sudah mengeluarkan 10 euro hanya untuk bicara 10 menit. Lalu siapa yang akan mengembalikan ongkos telpon ini?
Ini bukan pertama kali saya ada masalah dengan Casema, perusahaan telekomunikasi yang menyediakan pelayanan televisi kabel, telepon dan Internet di rumah lama saya. Dan rupanya saya telat tahu tentang buruknya pelayanan mereka karena ketika saya sempat ngeluh dengan beberapa teman, mereka malahan menertawakan saya.
Waktu pertama kali mendaftar jadi pelanggan saya hanya mengambil pelayanan televisi dan radio saja. Sebenarnya 'keanehan' sudah muncul dari awal. Bulan pertama mereka langsung menagih saya padahal televisi di rumah saja sama sekali belum tersambung. Saya terpaksa membuat komplein. Baru mereka menyadari, lalu saya disuruh menunggu pemasangan. Bulan berikutnya saya tidak harus membayar iuran.
Lalu setahun berikutnya saya pindah alamat. Saya sudah bikin laporan tertulis dan petugas mereka juga sudah menelepon saya untuk memastikan kepindahan alamat ini. Tapi beberapa bulan kemudian, ketika saya mencoba menambah langganan service dengan Internet dan digital telefon, ternyata mereka (bagian administrasi) mengirim petugas intalasi ke rumah lama saya. Inipun setelah melalui prosedur yang berbelit: beberapa kali saya mengirim formulir pendaftaran dan beberapa kali pula mereka membuat janji pemasangan dan mengingkarinya. Waktu itu saya sampai harus meminta bantuan seorang teman lokal supaya bisa komplein dalam bahasa lokal pula :).
Lalu tiba-tiba suatu hari semua service di rumah mati: tidak ada televisi, telefon mati, Internet putus. Saya tunggu dua hari masih sama saja. Lalu terpaksa saya telepon. Dengan berat hati karena saya terpaksa harus menelepon jalur costumer service mereka yang sama sekali tidak ramah pelanggan karena ratenya mahal sekali, apalagi jika lewat HP. Akhirnya saya bisa tersambung dengan bagian customer service dan mendapatkan informasi bahwa bagian administrasi menerima 'wrong message' untuk memutuskan sambungan saya dan terlanjur sudah mengirim pesan ini kepada instalator sebelum akhirnya menyadari bahwa ini adalah kesalahan.
Lho, lha ngerti salah kok ya tetap saja tidak berinisiatif langsung diperbaiki sendiri tapi mesti menunggu pelanggan komplein dulu. Saya harus mengeluarkan 12euro (untuk pembicaraan sekitar 15 menit) untuk menyelesaikan masalah ini (dengan uang yang sama saya bisa menelepon ibu saya di Yogya lewat yahoo messenger selama tiga jam!).
Lalu yang terakhir ini adalah ketika saya mau menutup semua langganan saya karena mau pindah alamat. Pertama saya menulis surat pemberitahuan. Tidak ada respon. Lalu, sebulan berikutnya, atau dua minggu sebelum saya pindah, saya terpaksa menelepon untuk menanyakan prosedur ini. Dari petugas administrasi saya mendapatkan jawaban bahwa semua sudah dicatat, kapan saya akan berhenti dan bahwa hak otomatis inkasonya juga dicabut.
Ternyata sebulan berikutnya, setelah selama sebulan saya pindah rumah dan tidak mendapatkan service mereka lagi, uang saya masih ditariknya. Saya jengkel sekali karena tidak ada pilihan lain kecuali harus menelepon mereka dan harus memakai HP lagi karena di rumah baru tidak ada telepon. Saya menelepon dan petugas administrasi mengatakan ada kesalahan pada pihak mereka. Mereka berjanji akan mengembalikan kredit yang sudah ditarik dari rekening saya. Tapi saya sudah mengeluarkan 10 euro hanya untuk bicara 10 menit. Lalu siapa yang akan mengembalikan ongkos telpon ini?
Subscribe to:
Posts (Atom)

