“A spectre is haunting the nation—the spectre of adultery” (Laura Kipnis, “Adultery”, in Lauren Berlant’s Intimacy, 2000)
“Daripada selingkuh [dan tertangkap basah gara-gara sebuah CCTV] lebih baik poligami”
some of the things i dare share with you...
“A spectre is haunting the nation—the spectre of adultery” (Laura Kipnis, “Adultery”, in Lauren Berlant’s Intimacy, 2000)
“Daripada selingkuh [dan tertangkap basah gara-gara sebuah CCTV] lebih baik poligami”
Setelah dari kemarin saya jadi nyinyir karena "ditanya-tanya" dan "dikomentari" orang terus, giliran sekarang gantian saya mau ngomentari (pemilik) anjing di Belanda :D. Pulang dari kantor barusan, saya menginjak kotoran anjing. Sial.
Saya sangat suka kartu pos. Kadang saya beli sendiri kalau lagi jalan-jalan keluar kota, atau kalau lihat kartu pos menarik di toko buku/majalah di mana saya tinggal. Sering juga saya dapat kartu pos gratisan yang dipajang di student hall atau kafe atau restoran yang saya kunjungi. Kadang juga saya minta dikirimi kartu pos teman yang lagi jalan-jalan di tempat-tempat yang menarik. Terakhir saya dapat kiriman kartu pos dari teman yang lagi jalan-jalan ke Salzburg, Austria. Cantik sekali, seluruh kota diselimuti salju. Tapi ternyata kata teman saya gambar itu menipu karena pada waktu dia mengirimkannya dari Salzburg, di sana belum ada salju. Lalu pernah juga, ini lucu, ada teman orang Belanda yang ketika berlibur ke Indonesia mengirimi saya kartu pos dari Bali (saya sedang ada di Leiden)! Kemarin waktu beres-beres rak buku (karena mau pindahan) saya menemukan koleksi kartu pos saya.
Kartu pos dari De Valk, museum kincir angin di Leiden. Kartu pos ini bisa dipotong, dilipat dan dilem untuk dijadikan satu model kincir angin de Valk.
Kampanye anti prostitusi anak-anak oleh ECPAT-NL
Kartu pos sticker untuk kampanye "Netherlands against Terrorism"
Kami baru saja menerima brosur mengenai referendum untuk memilih apakah tempat belanja boleh buka pada hari Minggu. Di Leiden, dan kota-kota lain di Belanda, toko-toko tutup pada hari Minggu kecuali satu minggu dalam satu bulan. Misalnya, kalau di Leiden, hari Minggu ke-empat dalam setiap bulannya toko-toko boleh buka (disini disebut Koopzondag). Hari Minggu dikatakan sebagai zondagsrust (untuk penganut Kristen zondagsheiliging, hari ke gereja) atau Sunday’s rest. Oleh karena itu tidak sebaiknya tetap berbisnis dan berhiruk-pikuk.
Referendum pertama dilakukan untuk menentukan apakah pertokoan di dalam Singel (kanal yang melingkari pusat kota Leiden) boleh tetap berbisnis di hari Minggu. Waktu itu referendum dilakukan dengan sangat sederhana. Saya ingat sedang belanja di satu supermarket di dekat rumah dan disodori sebuah list yang berisi nama, alamat, dan tanda tangan bagi mereka yang setuju pertokoan tetap buka hari Minggu. Referendum ini menghasilkan diperbolehkannya pertokoan untuk tetap buka mulai Desember tahun lalu. Untuk wilayah di dalam Singel, salah satu alasannya untuk menunjang turisme juga. Lalu referendum selanjutnya, baru akan dilakukan nanti tanggal 18 Januari, untuk menentukan apakah pertokoan di luar Singel juga boleh buka.
Waktu ngobrol dengan fisioterapist saya tentang parpol-parpol yang “aneh” ini, dia tertawa terkekeh-kekeh sambil ngomong “When you go back to