Karena sudah mau pulang, ada begitu banyak urusan administrasi yang berhubungan dengan urusan rumah, kantor, bank, dsb, dsb. Sebetulnya sejak pindah ke rumah baru sebulan lalu saya sudah menyelesaikan banyak urusan administrasi dengan perusahaan air, listrik, dan telekomunikasi. Jika dari dua perusahaan yang pertama saya sebut di atas saya tidak lagi dapat tagihan, dari perusahaan telekomunikasi mereka masih "keenakan" ngambil duit secara otomatis dari rekening saya. Waktu melihat bulan ini saya masih ditagih, saya jadi sebel sekali.
Ini bukan pertama kali saya ada masalah dengan Casema, perusahaan telekomunikasi yang menyediakan pelayanan televisi kabel, telepon dan Internet di rumah lama saya. Dan rupanya saya telat tahu tentang buruknya pelayanan mereka karena ketika saya sempat ngeluh dengan beberapa teman, mereka malahan menertawakan saya.
Waktu pertama kali mendaftar jadi pelanggan saya hanya mengambil pelayanan televisi dan radio saja. Sebenarnya 'keanehan' sudah muncul dari awal. Bulan pertama mereka langsung menagih saya padahal televisi di rumah saja sama sekali belum tersambung. Saya terpaksa membuat komplein. Baru mereka menyadari, lalu saya disuruh menunggu pemasangan. Bulan berikutnya saya tidak harus membayar iuran.
Lalu setahun berikutnya saya pindah alamat. Saya sudah bikin laporan tertulis dan petugas mereka juga sudah menelepon saya untuk memastikan kepindahan alamat ini. Tapi beberapa bulan kemudian, ketika saya mencoba menambah langganan service dengan Internet dan digital telefon, ternyata mereka (bagian administrasi) mengirim petugas intalasi ke rumah lama saya. Inipun setelah melalui prosedur yang berbelit: beberapa kali saya mengirim formulir pendaftaran dan beberapa kali pula mereka membuat janji pemasangan dan mengingkarinya. Waktu itu saya sampai harus meminta bantuan seorang teman lokal supaya bisa komplein dalam bahasa lokal pula :).
Lalu tiba-tiba suatu hari semua service di rumah mati: tidak ada televisi, telefon mati, Internet putus. Saya tunggu dua hari masih sama saja. Lalu terpaksa saya telepon. Dengan berat hati karena saya terpaksa harus menelepon jalur costumer service mereka yang sama sekali tidak ramah pelanggan karena ratenya mahal sekali, apalagi jika lewat HP. Akhirnya saya bisa tersambung dengan bagian customer service dan mendapatkan informasi bahwa bagian administrasi menerima 'wrong message' untuk memutuskan sambungan saya dan terlanjur sudah mengirim pesan ini kepada instalator sebelum akhirnya menyadari bahwa ini adalah kesalahan.
Lho, lha ngerti salah kok ya tetap saja tidak berinisiatif langsung diperbaiki sendiri tapi mesti menunggu pelanggan komplein dulu. Saya harus mengeluarkan 12euro (untuk pembicaraan sekitar 15 menit) untuk menyelesaikan masalah ini (dengan uang yang sama saya bisa menelepon ibu saya di Yogya lewat yahoo messenger selama tiga jam!).
Lalu yang terakhir ini adalah ketika saya mau menutup semua langganan saya karena mau pindah alamat. Pertama saya menulis surat pemberitahuan. Tidak ada respon. Lalu, sebulan berikutnya, atau dua minggu sebelum saya pindah, saya terpaksa menelepon untuk menanyakan prosedur ini. Dari petugas administrasi saya mendapatkan jawaban bahwa semua sudah dicatat, kapan saya akan berhenti dan bahwa hak otomatis inkasonya juga dicabut.
Ternyata sebulan berikutnya, setelah selama sebulan saya pindah rumah dan tidak mendapatkan service mereka lagi, uang saya masih ditariknya. Saya jengkel sekali karena tidak ada pilihan lain kecuali harus menelepon mereka dan harus memakai HP lagi karena di rumah baru tidak ada telepon. Saya menelepon dan petugas administrasi mengatakan ada kesalahan pada pihak mereka. Mereka berjanji akan mengembalikan kredit yang sudah ditarik dari rekening saya. Tapi saya sudah mengeluarkan 10 euro hanya untuk bicara 10 menit. Lalu siapa yang akan mengembalikan ongkos telpon ini?
Monday, April 02, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


5 comments:
Mereka yang bayar no.
Emang gak ada telpon umum gitu mbak? Ngeyelnya pake bahasa jawa apa bahasa belanda?
Telpon umum ada, Man. Tapi no mereka itu yang depannya 0900 gitu. Jadi dari telpon mana-mana tetep lebih mahal daripada telpon lokal plus kalo make HP.
Disamping itu, biasanya yang ngantri banyak dan mereka punya, apa sih namanya, real time sistem untuk melihat waiting list-nya: berapa orang ngantri, untuk urusan apa, berapa waktu dibutuhin. Tapi hanya bisa dilihat lewat website mereka. Jadi kalo mau telpon sebaiknya ngecek dulu komputer yang on line. Begitu jalur yang kita mau ga ada yang ngantri kita bisa langsung dial. Kalau make lari ke telpon umum dulu, bisa jadi nyampe di bootnya yang antri udah panjang lagi, hehe.
Pokoknya dibikin supaya orang ga mau komplein.
Oya, aku baru bisa ngeyel dalam bahasa Inggris, hehe....
tunggu kalau sudah meninggalkan belanda mbak ... bisa jadi masih dikejar2 kantor pajak juga ... padahal ninggalin belanda udah sejak 2005, sampe sekarang masih juga mau didenda katanya (dan tahun 2006 udah bayar aq 20 Euro, tahun ini dikirimin surat lagi ... masa mau seumur hidup sih :(...)
waduh...masa udah lari ke swiss aja masih dikejar petugas belasting? parah betul...dah ga kasih gaji aja masih muka tebel nagih pajak??
piye ta Rat, negaramu kiye, hehe....
Mbak wiwik yg manis.. mo cabut dr belanda jgn ngomel2 dong.. stres yah.. nikmati aja saat2 terakhir.. nanti di jogja kangen.. pengalamanku tinggal di belanda n keluar dr belanda ky film suspense aja.. deg2an tagihan apa yg bs mendadak muncul ky hantu.. hhh.. sampe sekarang aku masih memonitor rek takut ada tagihan..
Salam kangen dr yg dah lepas dr belanda.. moga2 bisa ketemu lg..
Post a Comment