
Kami baru saja menerima brosur mengenai referendum untuk memilih apakah tempat belanja boleh buka pada hari Minggu. Di Leiden, dan kota-kota lain di Belanda, toko-toko tutup pada hari Minggu kecuali satu minggu dalam satu bulan. Misalnya, kalau di Leiden, hari Minggu ke-empat dalam setiap bulannya toko-toko boleh buka (disini disebut Koopzondag). Hari Minggu dikatakan sebagai zondagsrust (untuk penganut Kristen zondagsheiliging, hari ke gereja) atau Sunday’s rest. Oleh karena itu tidak sebaiknya tetap berbisnis dan berhiruk-pikuk.
Pada perkembangannya, hari Minggu (bagi banyak orang) dijadikan hari istirahat yang tidak ada hubungannya dengan ritual agama. Gereja-gereja tetap saja tidak pernah penuh di hari Minggu. Jalanan akan menjadi sangat lengang, pertokoan sepi, penghuni rumah bermalas-malasan atau melakukan pekerjaan rumah. Tapi restauran jadi penuh karena orang tidak masak dan lebih suka makan di luar.
Beberapa waktu lalu angin perubahan mulai berhembus, sebagian orang menginginkan hari Minggu pertokoan tetap buka. Sebagian yang lain, salah satunya fisioterapist saya (seorang perempuan Belanda tengah baya), sangat tidak suka ide ini. Bagi dia hari Minggu harus betul-betul dijaga ketenangannya. Pilihannya ini bukan karena dia mau ke gereja dan membutuhkan keheningan untuk berdoa, tapi karena dia mau istirahat. Karena ada perbedaan pendapat, maka pemerintah kota mulai mengusulkan referendum. Pemerintah kota sendiri sebetulnya tidak suka ide ini, mungkin akan nambah pekerjaan saja buat mereka.
Referendum pertama dilakukan untuk menentukan apakah pertokoan di dalam Singel (kanal yang melingkari pusat kota Leiden) boleh tetap berbisnis di hari Minggu. Waktu itu referendum dilakukan dengan sangat sederhana. Saya ingat sedang belanja di satu supermarket di dekat rumah dan disodori sebuah list yang berisi nama, alamat, dan tanda tangan bagi mereka yang setuju pertokoan tetap buka hari Minggu. Referendum ini menghasilkan diperbolehkannya pertokoan untuk tetap buka mulai Desember tahun lalu. Untuk wilayah di dalam Singel, salah satu alasannya untuk menunjang turisme juga. Lalu referendum selanjutnya, baru akan dilakukan nanti tanggal 18 Januari, untuk menentukan apakah pertokoan di luar Singel juga boleh buka.
Di Indonesia mungkin aneh melihat bahwa untuk buka toko di hari Minggu saja diperlukan referendum. Kaya kurang kerjaan, ya?
Memang ada beberapa hal lain yang saya anggap aneh di Belanda akhir-akhir ini. Misalnya, ini yang sampai sekarang masih belum bisa saya pahami, yaitu dilegalkannya parpol yang mengkampanyekan, salah satunya, fedofilia, yaitu Partij voor Naastenliefde, Vrijheid & Diversiteit (Party for Neighborly Love, Freedom, and Diversity, PNVD). Salah satu kampanye PNVD adalah untuk menurunkan usia sex with consent pada anak-anak berumur 12 tahun. Sementara, fedofilia sendiri masih dianggap tindakan kriminal dalam undang-undang Belanda. Aneh kan? Saya membayangkan didirikannya partai koruptor di Indonesia. Platform politiknya mungkin bisa dicek disini . Rupanya kalau baru kampanye doang, belum dianggap melakukan tindakan kriminal.
Lalu ada parpol untuk binatang, Partij voor de Dieren (PvdD) (Party for Animal), yang akan membela hak-hak binatang. Menurut parpol ini mancing tidak boleh lagi memakai kail karena akan menyebabkan ikannya stres dan kesakitan. Circus juga tidak boleh lagi memakai binatang. Mungkin bisa dicek disini (dalam bahasa Belanda).
Waktu ngobrol dengan fisioterapist saya tentang parpol-parpol yang “aneh” ini, dia tertawa terkekeh-kekeh sambil ngomong “When you go back to Indonesia, you will have a lot of stories to share about how funny Dutch people are”. Saya juga ikut tertawa. Kok dia tahu saya merencanakan hal tersebut, ya? Tapi, walaupun ada banyak hal aneh disini, saya belum pernah mendengar ada maling sepeda motor yang dibakar massa, atau pasangan selingkuh yang tertangkap basah lalu dipukuli atau diarak kayak ondel-ondel. Sementara, ketika saya cerita bahwa di Indonesia seorang yang dituduh menjadi pelaku kejahatan bisa-bisa dipukuli dulu sama polisi sebelum akhirnya terpaksa mengaku, gantian dia yang terheran-heran.
That said, “oddity” is in the eye of the beholder…
7 comments:
yuk bikin party reformasi IND, Nuon, Belastingdienst, dsb ... pasti platform kita bagus, soalnya kerja mrk khan amburadul :-D keke....
tapi bisa jadi kita harus berhadapan sama madame verdonk, hehehe....
Partai kesejahteraan hewan dan toko tutup hari minggu,s ay amasih bisa paham mbak. Tapi kalau batas usia utk berhubungan seks minimal 12 tahun, apa ya umur segitu sudah cukup matang yaaa?
hah??
Umur 12 taonnn???
Yah, umur segitu emang dah bisa horny sih..
tapi apa gak keterlaluan tuh?
ya itulah, sampai sekarang saya masih ga paham juga, kalo fedofilia itu melanggar undang2 kenapa partai yang mengkampanyekan fedofilia bisa legal? memang masih kontroversial sekali dan salah satu penggeraknya juga barusan dipecat dari univ tempat dia bekerja. bolehlah kebebasan suara sebagai alasan utama, tapi kalau kebebasan bersuara untuk berkampanye melanggar undang2? walopun rasanya sulit buat PNVD untuk bisa ngumpulin suara merubah undang-undang, rasanya aneh aja. Butuh berapa suara Rat?
bkn berhadapan, tp bersebelahan hehe... (salaman dunk :-)) ... sama2 di oposisi ... madame verdonk sdh kena batunya tuh, gara2 dia satu kabinet kolaps keke... syukurin :-D
eh btw, satu lagi oddity :-) ... NL punya dierendag jg lho, tgl. 4 Okt, hari mrk mengistimewakan binatang peliharaannya ... so, kalo misalnya mbak wiwik punya kucing, pd tgl. itu aku bisa kasih selamat "Gefeliciteerd!" :-)
berapa ya kapan hari itu, 40rb ya?
Post a Comment