Tuesday, September 26, 2006

Oleh-oleh

Minggu lalu kami jalan ke Paris dan Berlin. Di Paris tentu kami sempat mengunjungi Eiffel Tower. Tetapi menara ini lebih indah dan romantis di dalam film-film daripada kenyataannya. Kami juga mengunjungi Musee d'Orsay dan Musee du Louvre. Sayang, di museum kedua pengunjung tidak boleh bikin foto, padahal maunya punya juga foto disamping lukisan Nona Monalisa itu (sebetulnya sempat nyuri-nyuri juga tapi saya tidak berani menunjukkan kepada anda semua disini, ntar ketahuan nyurinya dong). Saya ada tips untuk anda yang ingin berkunjung ke Paris (untuk yang pertama kalinya dan sebagai turis): pertama, dan jika anda tidak bisa berbahasa Perancis, setidaknya hapalkan cara membaca nama tempat dan jalan. Contoh kasus adalah untuk membaca Champs-Elysees (boulevard paling terkenal yang berujung Arc de Triomphe) yaitu [shazelize]. Jika tidak, anda akan terpaksa menuliskannya di secarik kertas dan menunjukkannya kepada penjual tiket metro atau bis kota.

Kedua, beli tiket bus tour "Hop-0n-hop-off" (L'open Tour), ini sangat membantu anda untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal di Paris (saya juga melakukannya di Brussel tahun lalu). Tapi bisa juga anda berkelana dengan Metro dan menemukan beberapa kejutan manis, misalnya, sekelompok mahasiswa seni musik yang "ngamen" di lorong subway memainkan repertoire klasik! Ketiga, beli juga Paris museum card, karena dengan ini anda tidak perlu antri dan kalau memang anda pecinta museum, anda akan mendapatkan keuntungan berlipat karena dengan 30Euro untuk dua hari anda bisa mengunjungi puluhan museum dan monumen.

Di Berlin, saya juga punya tips jika anda senang 'jalan' dan belajar sedikit tentang kota-kota yang anda kunjungi, yaitu: ikutlah Insider Tour (www.insidertour.com). Anda bisa memilih beberapa paket tour programmes, misalnya The Famous Walk (durasinya empat jam). Dengan dipandu seorang tour guide dalam bahasa Inggris, anda akan diajak mengelilingi Berlin (Timur), diantaranya mengunjungi Berliner Dom, Checkpoint Charlie, Holocaust Memorial, area dimana bunkernya Hitler pernah dibangun, dan tentu saja Brandenburger Tor. Tips yang kedua, beli Berlin Welcome Card, karena dengan ini anda punya akses ke semua public transport untuk tiga hari plus discount untuk beberapa tourist objects. Sempatkan juga naik ke Teletower (di Alexanderplatz) dan duduk di rotating restaurant di (hampir) puncak menara ini barang untuk mencicipi Capuccino dan kue sambil menikmati pemandangan kota dari atas. Dan satu lagi, saya juga merekomendasikan Hotel Korfu karena disamping hotelnya asyik (plafonnya tinggi, ruang dan jendela besar, tenang, dan breakfast buffet-nya memuaskan), hotel ini terletak di pusat kota; di seberang Memorial Church, hanya lima menit jalan ke stasiun Zoologische Garten, dan berada sekitar jalan Kurfurstendamm (atau Ku'dam) yang sangat terkenal.

Oleh-oleh untuk anda, foto-foto ini...

Menara Eiffel dan Vespa (Paris)




Akhirnya bertemu (posternya) Zizou dan musti rela dikaburkan demi dapat gambar wajahnya dengan jelas, hehe... (Champs-Elysees boulevard)

Streetdancers di Champs-Elysees



"Olympia" (Lukisan Edouard Manet, 1863), Musee d'Orsay Paris


Book Burning Monument di halaman Humboldt University, Berlin



(Dekat) Checkpoint Charlie, Friedrichstrasse, Berlin


Berfoto bersama seorang "tentara bayaran" di Checkpoint Charlie; bayarnya: per orang 1Euro untuk satu kali foto, hehe...
(mereka ini mahasiswa yang berpakaian a la tentara Amerika saat perang dingin)


Semua sedang mendengarkan Scott (tour guide dari Insider Tour, yang juga seorang Doctor di bidang German Arts) yang menjelaskan tentang Holocaust Memorial.


East Side Gallery, Berlin



Berlin Hbf (Haupbahnhof), Central Station yang baru di Berlin


9 comments:

PEPUPI said...

ahh.. jadi semakin pengen ke sana! hehe..

sushartami said...

tentu, suatu hari nanti, pasti bisa kesana. semoga semua baik di jogja, miss you all, nih!

peregrin said...

Oleh2-nya menarik sekali mbak Wiwik, terutama foto2-nya ;-) Kapan kita bisa travelling bareng ya?

Tapi sebelum pulang, mbak Wiwik musti mampir Swiss juga lah. Ntar hiking di glacier dan naik kereta luncur menuruni gunung bersalju, ditemani guide yg bisa bhs indonesia, ok? ;-)

sushartami said...

Asyik banget, Rat, mau banget ngerasain hiking di glacier itu. Siapa tahu bisa belajar ski juga ;-) Tapi, kapan nih Ratna ke Leiden?

peregrin said...

yaa.... belum dapat visa nih hix hix ... :-( padahal pingin banget ke leiden :-(

sushartami said...

maksudnya visa semacam residence permit gitu ya Rat, atau harus make return visa? Swiss dah masuk EU kan? ntar kalau kita mau maen sana (ciee...) juga harus apply visa kunjungan atau cukup make residence permit belanda itu?

peregrin said...

ayo dong, main ke sini (ciee... juga :-)).

Mbak Wiwik gak perlu apply visa, pake residence permit NL bisa masuk Swiss. Tapi aq dg residence permit Swiss gak bisa masuk NL dskt, harus apply Schengen visa. Swiss udah join Schengen sebenarnya, tapi katanya implementasinya baru 2008 :-(

sushartami said...

Kami harus nunggu residence permit yang baru jadi dulu. Payahnya tgl 5 besok ini udah habis dan aplikasi yang udah dikirim sejak juli belum juga ada jawaban dari IND. not surprising toh?

peregrin said...

wah kisah lama itu :-)
semoga cepat beres ya urusan residence permitnya.