
Bagi yang sudah bukan remaja lagi, masih ingatkah akan cinta remaja anda? Seingat saya, biasanya melibatkan lirik-lirikan, pilih-pilih mana yang paling asik untuk diajak jalan-jalan di malam minggu, hingga akhirnya menemukan seseorang yang paling keren untuk digandeng-gandeng ke pesta ulang tahunan. Lalu tiap hari jadi susah makan dan ga enak tidur. Sampai akhirnya, beberapa minggu atau bulan kemudian, bosan dan bubaran.
Beberapa minggu lalu saya mendapati diri saya mungkin lagi jatuh cinta pada sepak bola. Pilihan hati pertama pada Argentina. Lalu pindah ke Brasil. Yang terakhir menjagokan Perancis. Alasan memilih yang terakhir karena sosok Zinedine Zidane. Bukan hanya karena mainnya jago, tapi juga karena selama nonton tim Perancis bermain saya menilai dia dan timnya sangat santun, decent. Dan senyum "malu-malu" Zizou yang sering ketangkap di kamera itu juga membuat saya semakin jatuh cinta.
Tapi, tiba-tiba saya melihat dia menanduk dada Materazzi. Alamak, nafsu menonton saya langsung hilang. Pujaan saya berubah menjadi "seekor" banteng. Saya langsung patah hati.
Sebelumnya saya selalu melihat sepak bola terlalu "laki-laki". Melalui event semacam World Cup ini dunia kelihatan semakin tidak adil karena memfokuskan begitu banyak energi, uang dan waktu hanya untuk segerombolan laki-laki yang berebut bola (mana ada pertandingan khusus perempuan yang bisa menyedot perhatian seperti ini?). Mungkin saya tidak fair, karena sebelumnya tidak pernah duduk dan menonton satu pertandingan pun. Makanya saya putuskan mengikuti World Cup ini. Dan, setelah menonton, saya agak malu juga mengakui bahwa sepak bola memang mengasikkan untuk ditonton. Tapi sayang sekali insiden Zizou membuat saya berpikir lagi jangan-jangan tuduhan saya yang dulu benar adanya: sepak bola hanyalah permainan segerombolan laki-laki emosional dan egois yang suka cari perhatian dan merajuk jika mainannya diserobot orang lain. Hehehe......kalau anda laki-laki, no hard feelings, ya. I'm just bitching being a broken hearted teenage girl. Dan selayaknya gadis yang patah hati, saya putuskan untuk (sementara waktu) tidak berhubungan dengan laki-laki, eh sepak bola lagi.
(foto dari www.detik.com)


5 comments:
Jangan lama2 patah hatinya Mbak... hihihi... tapi bener juga Mbak menempatkan diri sebagai teenager,.. ya kelakuan Zidane juga kayak laki2 teenager... gampang kepancing :p Termasuk kepancing cewek cantik lain tuh... hehehe!
aku nonton ini di Berlin lho.. spesial naik bis 18jam cuma buat liat final n pulang lg jam 4.30 shubuh tanpa nginep.. syok deh.. tp Materazzi jg kena hukuman, so mungkin bener dia emang ngomong: 'you son of terrorist b***h'.
anyway, kangen nih sm mbak wiwik.. aku ga lupa sempat nginep di rumah mbak wiwik 3 malam pas ga punya rumah.. hhh..
moga2 masih ketemu di Indo (Jakarta)..
What an experience! Tapi kan masih akan maen ke Leiden sebelum balik Jakarta? Maen dulu dong ke Amethisthof. Nona Lena tuh, janji juga mau maen ke rumah, sampai sekarang "mana janjimu"? hehe...
Aku pernah baca komentar WK sekarang kurang asik, terlalu banyak main kartu. "Biarin aja lah (main kasar), ini kan permainan laki2."
Jadi keputusanmu untuk putus hubungan dengan laki2 tepat dan bijak tuh :)
Wah dah kemaleman nih mampirnya :p
Heran juga, WK habis, habis pula cintaku sama bola, hehe... Mungkin ini love fever empat tahunan, ya?
Post a Comment