
Pernahkah anda membayangkan terlahir dalam keadaan buta dan tuli? Barusan saya menonton film India berjudul Black (directed by Sanjay Leela Bhansali, 2005). Film ini berkisah tentang seorang perempuan bernama Michelle Mcnally (diperankan Rani Mukherjee), putri seorang pengusaha sukses yang frustrasi ketika mengetahui anak sulungnya ini ternyata terlahir buta dan tuli. Film ini memutar balik kehidupan Michelle sejak saat dia bisa mengingat awal hidupnya. Dia frustrasi dan menjadi seperti 'binatang liar' karena ketidakmampuannya memahami kehidupannya yang sama sekali hitam dan sunyi. Ketika puncak keputusasaan ayahnya hampir saja mengirimnya ke pusat rehabilitasi anak cacat mental, sang ibu, yang terlihat rapuh tapi sebetulnya sangat kuat, menemukan seorang guru untuk anak-anak buta dan tuli. Si guru, Debraj Sahai (diperankan oleh aktor lawas Amitabh Bachchan--yang difilm ini nampak dan kedengaran seperti Al Pacino), seorang yang keras kepala dan tidak mengenal kata 'tidak mungkin' akhirnya bersedia menjadi guru bagi Michelle. Sampai akhirnya pada usia 40 Michelle bisa lulus menjadi seorang sarjana dari sebuah universitas untuk anak-anak normal. Pada saat itu, Sahai menjadi seorang tua dengan penyakit alzheimer dan adalah waktunya Michelle berganti peran sebagai gurunya untuk membantunya mengingat kembali kata demi kata. Sama seperti ketika Michelle mulai memahami hubungan antara kata dan makna, gurunya pun mulai mendapatkan kembali ingatannya tentang kata dan makna melalui kata ini: 'water' yang diucapkan oleh Michelle kecil sebagai 'whoah...' Well, that's the film in a nutshell.
Dari segi sinematografi, gambar yang disajikan sangat indah, terutama penekanan pada permainan cahaya alami seperti matahari dan bulan, juga minimalnya cahaya lampu ataupun lilin, yang dengan sendirinya sangat tepat menggambarkan kesan gelap dan sunyi dari judul film ini sendiri. Dari segi akting pemainnya, Ayesha Kapur yang memainkan Michelle kecil (8 tahun) sungguh luar biasa. Dari segi cerita, film ini memberikan gambaran dunia yang lain, yang tanpa warna dan tanpa bunyi, dan usaha manusia untuk hidup dalam dunia itu. Tiap orang adalah spesial bagaimanapun orang lain mungkin memandang anda tidak berharga. Skenarionya juga sangat kuat memberikan detil detilnya. Dan satu lagi, orginal sound tracknya bagus sekali--gabungan antara musik orkestra dan tabuhan-tabuhan perkusi India, dan juga ada track dalam standard jazz (disajikan dalam audio CD yang terpisah).
Saya merekomendasikan film ini jika anda belum menontonnya--tidak saja untuk memahami bagaimana orang lain berjuang untuk hidup di dunia lain yang gelap dan sunyi--dan menghargainya--tapi juga, semoga, untuk mengubah persepsi kita tentang film Bollywood yang melulu dikonotasikan dengan musik folklore, goyang, pemain masal, dan pusar perempuan. Saya belum pernah menonton film India dan dibuat menangis sebelumnya (mungkin karena saya belum banyak nonton film India yang bagus kali, ya?).
"The alphabets for the world start with A,B,C,D,E. But yours start with B,L,A,C,K, black" (Debraj Sahai, Black, 2005)
sumber foto: http://www.bbc.co.uk/shropshire/films/bollywood/2005/02/
pop_up_black_film_gallery_02.shtml


4 comments:
Kok resensinya ngingetin aku sm Hellen Keller ya.. tp gurunya sih cewek.. Hmm.. plagiarism?
Aku ga tahu apa plagiarism atau sekedar inspired karena kisah Helen Keller udah sangat inspiratif dan terkenal. Dan di sekitar kehidupan dia dulu (waktu belajar berkomunikasi) juga pernah kubaca dia terinspirasi oleh anak-anak buta-tuli yang lainnya juga. Di luar itu sih, sinematografinya bagus dan beda dg ciri khas Bollywood.
ada filmnya ga??yang kira2 bisa ddonlot dmn ya??:D
baru tau minggu kemaren, itu pun setelah baca buku-nya Tere-Liye yang diinspirasi dari film itu. jadi pengen nonton...
dulu sih nyewa di rental. mungkin ada kalo dicari.
Post a Comment