
Baru kali ini dari seluruh waktu yang saya habiskan untuk nonton tv saya bisa duduk menikmati satu pertandingan bola secara utuh, ikut teriak-teriak, dan deg-degan. Sebagai orang yang tidak bisa menikmati olahraga--baik melakukannya atau cukup melihat saja (nilai olahraga selalu ga pernah lebih dari enam atau tujuh waktu sekolah dulu)--rasanya saya terbawa oleh suasana GIBOL di Belanda sini. Leiden tiba-tiba berubah jadi kota Oranje (ntar fotonya menyusul di posting berikut), di televisi dan pertokoan iklan apapun bisa bernuansa bola.
Fanatisme solid ini yang mungkin mempengaruhi untuk ikut juga nonton. Namun demikian semua parade ini tidak secara serta merta membuat saya ngefans sama tim oranje--yang menurut mata awam saya mainnya kok seperti (dalam bayangan saya lho) gaya para priyayi kolonialis dulu, yang kalau kepanasan maunya bersantai di vila-vila di Bandung atau Kaliurang. Mata awam-bola saya ini masih lebih 'berseri-seri' lihat permainan Argentina yang bisa ngalahin Serbia 6-0 (sedangkan Belanda cuma mampu bikin 1 gol di gawang Serbia). Yang menarik waktu lihat gaya 'pecicilannya' South Korea, kok serasa lihat satu group anak hiperaktif maen bola, hehe... Tapi toh tetep juga bikin Australia dua kali kebobolan. Dan yang mengecewakan mata adalah tim Itali dengan gol hadiahnya buat Amerika.
Maaf kalau diantara anda yang baca posting ini adalah penggemar dan pengamat bola yang bisa membuat komentar lebih 'cerdas' daripada komentar ngawur saya. WK (Wereldkampioen) 2006 ini mungkin akan menjadi titik awal saya jadi tergila-gila dengan bola. Tapi bisa jadi juga setelah saya pulang ke tanah air, saya akan lupa festivity ini, dan WK selanjutnya ga begitu menarik lagi buat saya.
Untuk sementara, mau taruhan? Saya pilih Argentina.


0 comments:
Post a Comment